Jumat, 23 Desember 2011

Pidato : Peranan Pelajar Terhadap Prestasi Bangsa


Dewan juri yang saya hormati
Para Panitia yang saya Hormati, dan
Para peserta lomba pidato sekalian yang berbahagia dan yang saya hormati
            Assalamualaikum WR.Wb.
Alhamdulillahi rabbil’alamin wal’aqibatulilmuttaqin wala’udwaana illa ‘aladdholimin wa’ala alihi washahbihi ajmain. Amma ba’du
Pertama dan yang paling utama, terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat yang sederhana ini guna melaksanakan suatu perlombaan pidato. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda alam Rasulullah SAW, beserta para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in tabi’atnya, termasuk kita sekalian selaku umatnya mudah-mudahan mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT amin ya Rabbal ‘alamin.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Kita adalah pelajar, maka kita harus tahu akan status dan peran kita. Status kita adalah pelajar maka peran kita adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa “hakikat pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok”. Ketika pemuda hari ini sudah kehilangan kesadaran akan status dan perannya, maka apakah pemuda yang seperti itu yang akan memimpin negeri seribu cerita tentang kekayaan alamnya ini. Sedangkan dalam sejarah kehidupan kebangsaan Indonesia, peranan pemuda sebagai kaum intelektual muda tidak bisa dipisahkan. Mereka selalu menjadi penggagas, pelopor dan penggerak dalam setiap upaya perubahan semenjak kita belum merdeka. Para pemudalah yang menorehkan kemerdekaan di bumi yang bergelar jamrud khatulistiwa ini. Tetapi, keadaan para pemuda di zaman kemerdekaan sekarang ini sungguh bertolak belakang dengan keadaan para pemuda di zaman sebelum kemerdekaan dahulu. Pemuda sekarang lebih memikirkan kepentingan pribadi dan mengesampingkan bahkan sampai mengacuhkan serta tidak mempedulikan kepentingan orang lain apalagi kepentingan negaranya.


Bung Karno jelas ingin menunjukkan bahwa kekuatan pemuda sangat besar. Dengan sepuluh orang pemuda, Ia yakin dapat mengguncangkan dunia. Ini berarti keberadaan pemuda Indonesia merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki bangsa ini. Tanpa pemuda, maka kehidupan sebuah bangsa dapat dikatakan tidak memiliki masa depan. Siapa yang akan menggantikan para pemimpin-pemimpin jika bukan para pemuda? Siapa yang akan mengharumkan nama bangsa jika bukan pemuda?. Jika dianalogikan, sebuah negara tanpa pelajar itu bagaikan malam tanpa bintang, bunga tanpa kumbang, bangunan tanpa tiang, bagaikan sarang , sungguh kasihan. Itulah pemuda. Pemuda bahkan Pelajar yang dalam kehidupannya tidak dapat memberikan contoh dan keteladanan yang baik berarti telah meninggalkan amanah dan tanggung jawab sebagai kaum terpelajar. Jika hari ini kegiatan Pelajar berorientasi pada hedonisme (hura-hura dan kesenangan) maka berarti telah berada di persimpangan jalan. Jika Pelajar hari ini lebih suka mengisi waktu luang mereka dengan agenda rutin pacaran tanpa tahu dan mau ambil tahu tentang perubahan di negeri ini, jika hari ini Pelajar lebih suka dengan kegiatan festival musik dan kompetisi entertainment dengan alasan kreatifitas, dibanding memperhatikan dan memperbaiki kondisi masyarakat dan mengalihkan kreatifitasnya pada hal-hal yang lebih ilmiah dan menyentuh ke rakyat,  maka Pelajar semacam ini adalah potret generasi yang hilang, yaitu generasi yang terlena dan lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda dan pelajar.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Olehnya, kita harus menanyakan kepada diri kita semua , pernahkah kita berkaca pada keadaan bangsa dan kehidupan sosial di sekitar kita dimana semakin banyak manusia yang cacat secara fisik ataupun mental ? lalu, berapa jumlah remaja/pemuda yang mengunjungi cafe atau tempat-tempat hiburan lainnya dengan jumlah remaja/pemuda yang mengunjungi museum atau tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitar kita ? mungkin dari situ kita semua dapat tahu seberapa besar jumlah remaja/pemuda yang sadar dan peduli dengan percepatan yang terjadi di negara kita.
pemuda sekarang lebih peduli akan keteraturan modernisasi yang berkembang saat ini. mencoba mengikuti arus dengan "telanjang" dan berdalih mengejar pengakuan akan tingkat intelektual yang sebenarnya memiliki esensi yang samar. terpaku akan proklamasi kemerdekaan tahun 1945 lalu terbuai akan doktrin bahwa negara kita telah merdeka. namun pada kenyataannya, negara kita masih belum merdeka. tapi lucunya lagi, dengan tanpa kita sadari bahwa yang terjadi adalah hampir sebagian besar dari kita adalah sebagai "penjajah"nya. sikap kita yang sering menutup mata, telinga, dan mulut kita akan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. dan menurut saya itu bukan budaya hidup kita. budaya luhur warisan para pejuang kemerdekaan negara kita yang hematnya harus kita lestarikan dalam setiap sisi kehidupan. budaya yang berazas 'satu bangsa, bangsa indonesia...satu tanah air, tumpah darah Indonesia'. budaya yang seharusnya tetap kokoh menancap itu sekarang telah hilang.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Dalam menanggapi peranan Pelajar sekaligus pemuda dalam menganggulangi kondisi RI, sebenarnya banyak sekali peran yang dapat dilakukan. Pelajar selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa, baik sebagai pelopor, penggerak bahkan sebagai pengambil keputusan. Pelajar mempunyai pemikiran yang kritis terhadap masalah yang ada disekitar, mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat, dan bisa juga memperjuangkan aspirasi masyarakat. Secara umum peran pelajar antara lain, sebagai penyampai kebenaran, sebagai agen perubahan, dan yang paling utama sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan sifat keintelektual dan idealismenya, pelajar lahir dan tumbuh menjadi entitas (model) yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Ciri dan gaya pelajar terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Olehnya, pelajar dituntut supaya bisa mengikuti perkembangan zaman, mempunyai sikap kritis terhadap lingkungan, mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, dan masih banyak lainnya. Kita sebagai pelajar jangan hanya sekedar menjadi pelajar, tetapi kita harus bisa mengembangkan potensi diri kita, mengembangkan jiwa sosial, dan juga kemampuan softskill dan hardskill. Dan yang paling utama yaitu kita sebagai pelajar harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang lebih baik.
Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Makanya di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika kaum mudanya memiliki semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka sesungguhnya semuanya itu akan kembali kepadanya. Hasil pembangunan dalam aspek apapun sebenarnya adalah untuk kepentingan dirinya dan masyarakatnya. Demikianlah hadirin sekalian peran pelajar sekaligus pemuda bagi bangsa dan negaranya.
Hadirin wal hadirat yang saya hormati,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar